Senin, 23 Mei 2016

Welcome to Our Blog!

Unknown
Berikut beberapa poster ucapan selamat datang dari siswa kelas XI IPA 4 :

                                                    







Created by :



Maria Ruth W.
( XI A-4 / 17 )

Senin, 16 Mei 2016

Berikan hatimu untuk dunia dan ukirlah sejarah dengan namamu, bunga rampai kata untuk anak-anakku..

Unknown


                      ...............................

                      kalau hari ini engkau masih memiliki nafas kehidupan

                      itu karena karunia Tuhan

                      kalau saat ini engkau masih ada di sini , di tempat ini

                      bersama teman-temanmu

                      itu karena ketetapan Tuhan

                      sebab tak ada satupun hal yang kebetulan dalam hidup ini

                      segala yang terjadi dalam hidupmu ada dalam rancangan kasihNya

                      jadi mari kita bersyukur dengan semua yang ada ,

                      dan biarlah rasa syukur itu menjadi tonggak kekuatanmu

                      untuk melangkah ke masa depan ,

                      percayalah bahwa Sang Pemilik Kehidupan selalu memiliki

                      rancangan yang indah untukmu anak-anakku

                      lakukan saja semua yang terbaik dan melangkahlah dalam

                      kebenaran...

                      ............................

                      berikan hatimu untuk dunia dan ukirlah sejarah dengan namamu

                      salam hangat  dari ibu dan pasti akan selalu ada doa untukmu

                      anak-anakku...

                     ..............................

                                                                  dari guru , ibu , dan sahabatmu...



                                                                  Ibu Emma

Sambutan Rohani

Unknown

Kita patut syukuri 1 tahun kebersamaan yang terikat dalam kasih bisa kita jalani  setiap langkah proses belajar di kelas XI IPA 4 ini. Mengingat kehidupan mengharuskan kita memiliki rasa kebersamaan, karena saat bersama kita menjadi utuh. Karena saat bersama kita menjadi kuat. Berjuang dengan semangat kebersamaan tidak memastikan kita berhasil, tetapi memastikan kita berhasil melewati rintangan.

Di dalam kehidupan banyak hal yang menekan kita untuk sadar bahwa kehidupan mengharuskan kita memiliki rasa kebersamaan, karena saat kita bersama kita menjadi utuh, berjuang bersama belum tentu menjanjikan kesuksesan namun kebersamaan memastikan kita berhasil melewati rintangan. Berbagai rintangan dapat kita lewati dan juga kita saling memupuk kebersamaan dan juga sukacita yang menjadi payung yang menjaga kita dari hari-hari yang jenuh. Seperti yang tertulis dalam Filipi 2:2 “Sempurnakanlah sukacitaku ini: Hendaklah kamu sehati,sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan” mengungkapkan begitu jelas dimana ada kebersamaan ada sukacita.

Hal yang perlu dipahami adalah bagaimana dan siapakah kita dimasa yang akan datang, tanamkanlah kebersamaan dari wujud kasih dalam kegiatan apapun. Seperti yang ditekankan dalam Efesus 4:3 “Berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” maka jangan lupa bawa lah hati kita untuk orang lain,  sertakan senyuman dan sapaan, karena senyuman adalah melodi jiwa seseorang.

Sekian, terima kasih.



Written by :


Veronica Christy Aurelia
( XI A-4 / 25 )

Tips Terhindar Membeli Kosmetik Palsu

Unknown
Kalau kamu mau berbelanja kosmetik entah mau ke Toko Kosmetik atau Online Shop semua harus tetap diperhatikan, biar jangaan sampai kecewa dan menggerutu emosi sendiri, berikut Tips Terhindar Membeli Kosmetik Palsu:


Tempat Membeli Kosmetik
     Ini awal yang perlu diperhatikan, Toko Kosmetik pun juga ada yang palsu, jadi kalau mau beli dilihat dulu barangnya jangan asal beli, nah kalau yang suka berburu Online Shop engga dipungkiri toko online yang dasarnya e-commerce pun ada yang palsu lho, istilah kata e-commerce itu Mall nya belanja Online, jadi satu buah website besar dengan berbagai macam barang lengkap banget kalau kita lihat, tapi yang jual bukan satu macam orang, tapi beribu orang yang numpang jualan di website itu, makannya kenapa ada yang murah harganya jatuh ada yang tetap harga normal, jadi harus tetap hati-hati walaupun website itu terkenal, karena sifatnya e-commerce hanya menampung, dan mengatur lajur jual beli nya.

Varian Produk yag dijual dan Kemasan
     Setelah menemukan atau melihat barang yang diincar jangan langsung gegabah membayar untuk membeli, tapi coba kita perhatikan dahulu varian kosmetik yang ingin dibeli, iya ada apa engga di website resminya, atau menurut sumber-sumber terpercaya, nah ini butuh kerajinan untuk cari di internet, jangan sampai seperti contoh ponds tadi ada lipstick dan bedak padahal Brand Pond's sendiri engga menjual varian produknya yang seperti itu. Kemudian lihat kemasannya berbeda sekali apa engga, ini penting juga di lihat, misal mau beli kosmetik Brand luar, coba bandingkan dengan cara melihat Review para Beauty Blogger luar untuk melihat kemasannya sebagai pembanding. 

Perhatikan Harga Jual
     Kalau sebuah harga jatuh banget dari harga asli, itu bisa diperkirakan barang tersebut Palsu, rajin-rajinlah mengecek ke website resmi atau rekomendasi para pecinta makeup yang ada ddiforum-forum kecantikan.

Nomor Registrasi Produk dan Trusted Seller
     kalau membeli produk di Toko kosmetik pastikan produk yang ingin dibeli ada BPOMnya pertanda sudah ada izin edar untuk produk tersebut dan mengatkan bahwa produk tersebut asli adanya, tapi apabila membeli dengan online shop pastikan OS itu Trusted Seller, tapi tidak asal penjual terpercaya dengan testimonial yang banyak tapi bagaimana testimonialnya menilai produknya bukan kecepatan barang itu tiba ditempat semisal "Rekomen banget os ini, makasih barang cepat sampai" tapi yang dilihat testimonial"Produknya sesuai yang diinginkan nih" "Produknya bener ori,Thankyou sis" misal seperti itu.

Lakukan Survey (WAJIB!)
     Engga bisa dipungkiri lagi, hal utama mengetahui asli atau palsu kita engga malas mencari tau, kalau engga mau dikecewain sih ya kudu lakuin hal ini survey keForum Kecantikan, Komunitas Kecantikan, Beauty Blogger yang sudah melanglang buana banjir makeup, udah getol nih kepo-kepo, nyimak dan bertanya di tiga perkumpulan yang saya sebutin tadi, insyaallah deh kemungkinan ketipu beli kosmetik palsu kecil banget, karena para wanita yang berkumpul di forum,komunitas kecantikan seperti itu, mereka getol sekali sama yang namanya makeup, dan sudah ada rekomendasi tempat beli kosmetik yang terpercaya yang mereka sering beli, selain itu akan selalu up to date dengan perkembangan kosmetik, skaligus bisa sharing juga mengenai kosmetik.

Membeli Ke Disributor Resmi
     Ini merupakan cara yang paling pasnya, ke website resmi brand yang dituju, terkadang menyediakan pembelanjaan langsung ke websitenya, cuma memang sih cara ini sangat amat ribet, apa lagi kalau mau beli produknya asal luar negri.

Itulah penjabaran ala saya mengenai Kosmetik Palsu, Abal-abal, Replika dan KW, semua produk kecantikan dari ujung rambut sampe ujung kaki ada aja palsunya, apapun merk Brandnya, semakin terkenal salah satu brand, semakin tertariklah para pengusaha nakal memproduksi barang palsu, dan semakin mupeng lah para pembeli dengan gairah murah meriah.



Adapted by :






Saskia Priska Ancilla
( XI A-4 / 21 )

Puisi : Bunda

Unknown

Indahnya sang pelangi senja
Tak sindah senyumanmu
Tulus setia kasihku tak setulus cintamu

Hangatnya sang mentari pagi
Tak sehangat pelukanmu
Tak mungkin ku dapat kasih sayang
Setulus kasih mu

Sejuta kasih pun
Takkan pernah cukup bagimu
Mengganti kasih sayangmu bunda
Untuk aku yang lemah ini


Written by :


William Pratama
XI IPA 4 / 30

Tempat Wisata Terbaik di Indonesia dan Mancanegara (2)

Unknown
5. Puncak Jayawijaya



Puncak Jayawijaya atau yang biasa disebut dengan Puncak Carstensz adalah satu-satunya puncak gunung di Indonesia yang memiliki salju abadi. Puncak ini menjulang setinggi lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut. Yang lebih membanggakan lagi adalah Gunung Jayawijaya masuk ke dalam daftar Seven Summits atau tujuh gunung dengan puncak tertinggi di dunia.Puncak Jayawijaya ini pertama kali ditaklukan oleh seorang penjelajah asal Belanda bernama Hendrik Albert Lorentz pada tahun 1909. Lorentz berhasil mendaki puncak bersalju ini bersama enam orang suku Dayak Kenyah yang direkrutnya di Kalimantan. Setelah pendakian yang berhasil ini, mulai banyak pendaki yang mengikuti jejak Lorentz untuk menaklukan Puncak Jayawijaya. Hmm, apakah Anda pendaki selanjutnya yang berhasil menaklukan Puncak Carstensz?

6. Trio Gili



Trio Gili merupakan tiga pulau cantik yang ada di Lombok. Ketiga pulau tersebut antara lain Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Ketiganya tak hanya dikenal oleh wisatawan domestik, tapi juga telah berhasil mengundang banyak wisatawan mancanegara untuk datang.Dari ketiga pulau tersebut, bisa dibilang Gili Trawangan adalah yang paling populer. Selain karena ukurannya yang lebih luas dibanding kedua pulau lainnya, di sini juga telah berdiri banyak tempat hiburan seperti bar dan kafe. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di tempat wisata ini mulai dari berjemur, menyelam sampai snorkeling. Yang lebih asyik, Anda juga bisa menyewa sepeda atau naik cidomo, kereta kuda semacam delman, untuk berkeliling pulau.Meskipun Gili Trawangan lebih banyak dikunjungi, namun Gili Meno dan Gili Air tak kalah menarik. Kedua pulau ini juga memiliki keindahan pantai dan alam bawah laut yang menunggu untuk Anda jelajahi. Suasana keduanya relatif lebih sepi dan tenang sehingga cocok untuk Anda yang memang ingin lepas dari keramaian.

7. Pulau Komodo



Pulau Komodo masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo bersama pulau-pulau lain di sekitar Kepulauan Nusa Tenggara. Pada tahun 1986, UNESCO menetapkan tempat wisata di Indonesia ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Pulau ini dianggap sebagai habitat binatang komodo yang wajib dilindungi. Salah satu penghargaan tertinggi yang berhasil diraih adalah berhasil masuk dalam jajaran tujuh kejaiban alam di dunia atau yang lebih dikenal dengan New Seven Wonders of Nature pada tahun 2011.Tempat wisata ini menawarkan keindahan daratan dan alam bawah laut yang luar biasa. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini, mulai dari trekking, menyelam sampai snorkerling.Untuk trekking, Anda bisa menjelajah pulau bersama rombongan dan seorang ranger atau pemandu. Dalam perjalanan, Anda bisa menemukan komodo yang sedang berburu mangsa atau beristirahat. Ranger akan membekali Anda dengan sebuah tongkat yang ujungnya bercabang. Tongkat ini dipercaya dapat melemahkan komodo saat binatang ini mulai menyerang. Dengan menekan leher komodo menggunakan ujung tongkat yang bercabang, binatang ini seketika akan jinak. Penting bagi Anda untuk menjaga setiap gerakan saat berjalan karena binatang ini sangat peka terhadap gerakan yang tiba-tiba.Menyelam dan snorkeling di perairan Pulau Komodo tak kalah seru. Tempat wisata ini juga dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya dan menjadi salah satu lokasi menyelam favorit. Yang menarik lagi adalah adanya Pink Beach atau Pantai Merah Muda. Pantai ini adalah salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna kemerahan. Warna ini diduga berasal dari serpihan koral yang hancur dan bercampur bersama pasir pantai. Saat terkena ombak, warna merah semakin terlihat jelas karena basah.


Sumber :
http://www.goindonesia.com/id/pariwisata/10-tempat-wisata-terindah-di-indonesia-paling-terkenal


Adapted by :



Vimala Kamandjaja
( XI IPA-4 / 26 )





Puisi : Leo...

Unknown

Detik demi detik kupandangi dirimu,
Takku sangka semua berlalu
Tak lagi sama…
Tak lagi tersisa…
Semua lenyap setelah kutermenung

Tangisku tak lagi berderai
Surai lembut milikmu tak lagi terasa
Ketenangan dalam jiwaku t’lah sirna
Gelora bahagia tak lagi singgah

Kembali kau melirik pecahan dalam sukmaku
Tersungging tawa sinis menakutiku
Air mataku tak berderai lagi…

Aku takut…
Kutelah berkata akan menjagamu
Telah kulakukan segalanya
Bersih tiada ternoda
Kuyakin tiada persimpangan bagi kita,
Terjahit sudah semua
Jangan kau robek lagi…

Bisakah cinta ini membutakan dirimu,

 dan menghilangkan bara api dendammu?


Written by :



Vimala Kamandjaja
( XI IPA-4 / 26 )







Pesan dari Angin, Kabar dari Senja

Unknown


“Aku tidak apa-apa di sini Ibu, aku mempunyai banyak teman dan mainan. Aku sering berbincang dengan burung putih itu, bermain hewan panjang melata, dan menunggangi kuda terbang. Tapi kau harus tahu, di sini aku tak punya alas kaki.”

●●●

“Indahnya hari ini, bangun pagi, meskipun tidak bersamanya, aku masih bisa melihat cantiknya dia saat memasak.” Kata anak berkulit selembut salju itu dalam hati. Siapakah namanya? Oh, rupanya tak ada yang tahu.

“Hey! Ayo bangun! Jangan senyum – senyum sendiri! Paman bilang kita akan diajak main air ke air terjun sebelah! Naik kuda terbang lho!” Ujar temannya sambil mengguncang – guncangkan badannya.

“Duluan saja kak, aku masih ngantuk.”

“Paman dia tidak mau bangun!!” Teriaknya yang juga membangunkan yang lain.

“Bangunlah nak..” Paman gondrong itu membangunkannya sambil tersenyum.

“Tapi aku mau perginya sama ibu, Paman.”

“Bukan sekarang. Ayo cepat bangun, kita main. Ajak teman – temanmu yang lain ya.”

Anak berkulit lembut itu turun dari kuda terbangnya, kemudian duduk di sisi hilir sungai.

“Paman, apa itu ibu? Apa ibu minum dari air di sini? Air ini kan kotor, Paman, kakiku sudah masuk ke sungai ini.”

“Itu bukan ibumu, Nak. Jika itu ibumu pun sudah sepantasnya ibumu minum air dari celupan kakimu.”

“Mengapa begitu Paman? Kita semua di sini tidak pakai alas kaki bukan? Termasuk aku. Masa ibu minum air kotor, Paman?”

“Kamu belum bisa mengerti sekarang Nak, mainlah sudah bersama mereka, bersenang – senanglah, kelak kau akan mengerti.” Paman gondrong mengacak – acak rambutnya.

“Semua sudah Ku atur, Nak. Tersenyumlah, bebaskanlah dirimu.” Kata Paman gondrong dalam hatiNya.

Bermainlah anak tak bernama itu, hingga sampai ke hulu sungai, ia menemukan jalan berwarna – warni.

“Indahnya… Ayo kak kita main seluncuran! Aku warna merah ya! Kakak warna jingga, Tomi, kamu warna biru ya! 1..2..3..!!

“Aaaa..”

“Happp!!”

“Ah? Paman menangkap kami? Maafkan kami Paman, kami tidak minta izin main seluncuran itu.”

“Tidak apa, Nak. Itu namanya pelangi. Aku akan selalu menangkapmu, Aku tidak akan membiarkanmu jatuh bahkan sampai tergeletak. Mainlah lagi, nikmatilah semua kepunyaan-Ku.”

“Baiklah, Paman.” Mereka pergi, hanya anak berkulit lembut itu saja yang tetap berjalan bersama Paman gondrong.

“Paman, bolehkah aku bertanya sesuatu padaMu?” Katanya.

“Mengapa aku tidak bisa seperti mereka, Paman?”

“Mereka?”

“Ya, yang setiap pagi dipeluk ibunya saat akan bermain bersamaku. Tapi aku? Ah sudahlah.”

“Suatu hari kau akan menyadari dan mengertinya, Nak. Bahwa kau masih bisa bermain, tersenyum, dan berbagia bersamaKu. Dan kau pun akan seperti mereka suatu hari nanti. Tersenyumlah.” Paman gondrong menguatkannya.

“Baiklah, Paman. Terima kasih. Aku menyayangiMu. Tapi bolehkah lagi aku meminta sesuatu padaMu?”

“Mintalah padaKu, Nak, dan percayalah J”

“Bolehkah aku menulis surat pada ibu?”

“Baiklah, sekarang bersenang – senanglah dahulu.”

“Baik, Paman.”

Sesampainya mereka di rumahnya

“Paman, aku ingin menagih janjiMu, aku ingin menulis surat untuk ibu!!!” Katanya sambil jingkrak - jingkrak.

“Baiklah, Nak. Mari kita ke pantai seberang.”



“Ambillah ranting itu, Nak. Tulislah semua di atas pasir ini, biar angin yang menyampaikannya pada ibumu.”

“Baiklah, Paman.



Anak itu pun mulai menulis.

“Halo ibu...

Ini aku, masih ingatkah? Anakmu...

Aku diperbolehkan Paman gondrong itu untuk menulis surat ini padamu. Semoga rindu ini tersampaikan oleh angin dan senja yang datang.

Ibu.. Aku ingin bercerita.

Ibu harus tahu, aku di sini sangat bahagia, pagi yang indah selalu aku dapatkan. Meskipun aku tak bersamamu, aku masih sering melihat wajah rupawanmu saat kau memasak. Harusnya, aku bisa merasakan masakanmu, ah sayangnya tidak.

Oya, Bu. Sejak benda tajam itu menusuk bahuku saat aku berusia 4 bulan dalam perutmu, kau tahu? Aku kesakitan Ibu.. Kemudian tang itu merenggut telingaku, aku tak lagi dapat mendengar tangisanmu seperti malam – malam sebelumnya..

Kemudian tang itu menusuk mataku Ibu, aku ingin teriak kesakitan, namun aku tak bisa, daguku mulai dicapit olehnya. Tak tersadarkan olehku, aku langsung berada di tempat lain saat itu dan sudah tak terasa sakit lagi. Dan ketika aku melihat Ibu dari atas, Ibu pun teriak kesakitan, aku sekarang melihat kakiku sudah hilang, dan badanku tinggal potongan – potongan kecil yang siap keluar dari perutmu. Oh, maaf aku mengeluh padamu, Ibu.

Aku hanya ingin kau tahu bahwa di sini aku baik – baik saja, aku tidak apa – apa, aku mempunyai banyak teman dan mainan. Aku sering berbincang dengan burung putih itu, bermain hewan panjang melata, dan menunggangi kuda terbang. Tapi kau harus tahu, di sini aku tak punya alas kaki. Kau juga harus tahu banyak temanku di sini yang sama seperti aku, aku menyebutnya “kakak” , ia datang ke sini saat usia nya 5 bulan dan tidak bernama seperti aku. Kalau satu lagi namanya Tomi, ia seusiaku. Dan tadi baru saja kami bermain seluncuran yang berwarna – warni. Aku merah, kakak jingga, dan Tomi biru.

Aku senang di sini, Ibu. Ibu harus senang juga ya tanpa aku, karena aku akan sangat sedih jika Ibu bersedih, akulah yang menjaga nama baik Ibu dahulu, jadi aku tidak ingin Ibu malah bersedih sekarang. Titip salam untuk ayah ya, Bu. Paman gondrong juga titip salam untuk kalian, namanya Yesus, anak Abraham, anak Ishak, anak Yakub. Apakah Ibu mengenal mereka di sana?

Oh, ya. Sampai jumpa Ibu. Jaga kesehatan yaa, aku sayang padamu..”


“Sudah, Paman. Aku sudah lelah menulis.”


Penulis :


Brigita Sonia
( XI IPA-4 / 02 )

Minggu, 15 Mei 2016

RASIS : The Good, The Bad and The Goblin?

Unknown













Sinopsis :
Menceritakan tentang seorang anak yang bernama Yoshimura yang kampung halamannya dihancurkan oleh Iblis yang bernama Ryu'Alak. Kemudian, Yoshimura berpetualang mencari teman dari segala dunia untuk membunuh iblis itu, kaum Elf, Sorcerer, Dwarf, dan Assassin mulai mengikuti Yoshimura untuk balas dendam, dan pada akhirnya ia bertemu dengan seorang Goblin yang menjadi korban Rasis di sebuah perkampungan manusia. Bagaimana kisah selanjutnya antara Yoshimura dengan Goblin? Tunggu komik selanjutnya. . .



Karya :



Michael Christian (MC)

( 11 IPA 4 / 18 )

Photos by Sony DSLR 3500

Unknown
Makasih udah mau lihat post ini. Berikut beberapa foto hasil karya gue :

To Be Continued
Grow in the Dark but still Pink
Red Babies
  
Shy Up
What's Up?

Sleep Just Like Human
Simple but Useful


Photographed by :




Ilona Rahel Na
( XI A-4 / 09 )

Minka: Rumah Tradisional Jepang (2)

Unknown
Bagaimana dengan tata ruang di dalam rumah Minka?

1. Genkan


Salah satu ciri rumah Jepang adalah genkan, atau pintu masuk. Ini merupakan area kecil, dengan level yang sama seperti di luar, di mana orang yang datang melepaskan sepatunya. Ketika mereka melepas sepatu, orang melangkah ke lantai  yang lebih tinggi 40-50 cm.  Berdekatan dengan lantai bawah ada rak atau lemari disebut getabako (kotak geta ) di mana orang akan menempatkan sepatu mereka. Sandal untuk penggunaan dalam ruangan biasanya ditempatkan di sana. 

2. Washitsu



Washitsu adalah ruang beralaskan tatami dalam bangunan tradisional Jepang. Ada beberapa aliran dalam menyusun tatami sebagai alas lantai. Dari jumlah tatami yang dipakai dapat diketahui ukuran luas ruangan.

Dari sejumlah washitsu yang ada di dalam bangunan (rumah) terdapat satu washitsu utama. Setiap ruangan bisa menjadi ruang tamu, ruang makan, belajar, atau kamar tidur. Hal ini dimungkinkan karena semua perabotan bersifat portabel, yang disimpan dalam oshiire (bagian kecil dari rumah yang digunakan untuk penyimpanan).

Fungsi washitsu berubah bergantung kepada alat rumah tangga yang dipakai. Washitsu berubah menjadi ruang belajar bila diletakkan meja. Washitsu menjadi ruang tidur bila diletakkan futon(matras tidur). Meja besar dikeluarkan bila washitsu ingin digunakan untuk jamuan makan.

3. Washiki ( Toilet )

Toilet di perumahan Jepang biasanya terletak jauh dari kamar mandi dan terpisah dari rumah induk. Namun, dalam kamar apartemen sering menggunakan toilet dan kamar mandi berada dalam satu unit. Toilet biasanya di ruang kecil, saat memasuki ruangan ini, salah satu tradisional menggantikan sandal rumah mereka dengan  sandal khusus, kemudian menukar kembali ketika keluar dari kamar mandi. Secara tradisional, toilet Jepang telah memiliki citra "haram" dan dengan demikian dipisahkan, tapi kemudian hari toilet lebih modern cenderung untuk menangkal tradisional citra "haram" tadi.

Toilet tradisional Jepang (washiki) adalah kloset jongkok juga dikenal sebagai kloset Asia. Kebanyakan kloset jongkok di Jepang terbuat dari porselen. Para pengguna toilet di Jepang kebalikan dari Indonesia dimana mereka menghadap ke dinding di belakang toilet pada gambar terlihat di sebelah kanan. Kloset jongkok dibagi menjadi dua jenis: kloset yang berada di permukaan lantai, dan kloset yang berada di bagian lantai yang ditinggikan sekitar 30 cm.

4. Daidokoro ( Dapur )
Ada dua jenis dapur di rumah tradisional Jepang, yang pertama dengan tungku dan yang kedua dengan cara digantung. Kedua cara ini sama-sama menggunakan kayu bakar. Pada periode Jomon, dari 10.000 SM sampai 300 SM, orang berkumpul ke desa-desa, di mana mereka tinggal di tempat tinggal lubang dangkal. Ini gubuk sederhana adalah antara 10 sampai 30 meter persegi dan memiliki perapian di tengah.

Kompor awal tidak lebih dari sebuah lubang dangkal, yang dikelilingi oleh batu untuk menangkap percikan api. Kemudian mereka menggantikan dengan Vas tanah liat atau tungku. Jenis kompor disebut umigamero Seperti kompor menjadi lebih aman, itu dipindahkan dari pusat rumah ke samping dan, oleh periode Kofun akhir (abad ke-6), hampir semua rumah memiliki kompor di salah satu ujung rumah. Beberapa keluarga kaya pada periode Kofun membangun sebuah rumah terpisah di mana memasak dilakukan.

5. Roka
Di pinggir rumah terdapat Roka, biasanya berlantai kayu, yang mirip dengan lorong-lorong.


Lantas, bagaimana dengan desain atapnya?

Atap adalah fitur dominan dalam arsitektur tradisional Jepang. Atap rumah minka sering dibuat curam, dan biasanya terbuat dari ilalang (kayabuki yane), sirap (itabuki yane), atau genteng (kawarabuki yane). Atap minka dapat dikelompokan menjadi 3 macam bentuk, yaitu :

1. Kirizuma



Kirizuma, merupakan jenis atap yang paling sederhana yang berbentuk segi tiga (gabled roof). Jenis atap ini mempunyai dua sisi yang menurun dari balok bubungan utama (mune).

2. Yosumune
Yosumune, merupakan jenis atap yang mempunyai pinggang (hipped roofs). Atap jenis ini merupakan perkembangan dari kirizuma, karena pada kedua sisi sampingnya yang lain ditambah dengan atap miring, dan bubungannya tidak berbentuk lancip melainkan papak.



3. Irimoya

Irimoya, merupakan jenis atap berbentuk tiga segi, dengan atap tambahan yang berbentuk agak miring di sekitarnya, sehingga ruang dalam rumah menjadi luas. Pada rumah yang atapnya terbuat dari genteng keramik, genteng juga dipasang sampai ke ujung bubungan, dan untuk menghias puncak bubungan dipasang genteng yang ujungnya berbentuk kepala raksasa, yang disebut onigawara. Pada rumah yang beratap rumput juga dipasang hiasan pada kedua sudutnya yang disebut dengan munekazari.


Sumber :



Adapted by :



Yunita Teresia Ginting


( XI A-4 / 35 )

Minka : Rumah Tradisional Jepang (1)

Unknown




Rumah minka adalah nama umum dengan arsitektur tradisional, dan merupakan tempat kediaman rakyat bukan dari kalangan orang berkuasa(tempat tinggal petani, pengrajin, dan pedagang). Rumah-rumah ini sudah ada sebelum akhir tahun 1800. Keindahan arsitektur minka terletak pada keharmonisan antara bentuk dengan bahan-bahan bangunan yang dipergunakan seperti tanah, kayu, dan batu yang berasal dari pegunungan dan hutan-hutan yang berada di sekeliling rumah. Rumah tradisional Jepang terdiri dari beberapa ruangan utama, yaitu Washitsu (ruang serba guna yang dapat digunakan sebagai ruang tamu,kamar tidur dan ruang keluarga), Genkan (Area pintu masuk), dapur dan washiki (toilet).Minka juga memiliki keanekaragaman gaya arsitektur bangunannya, terkait dengan tuntutan geografi setempat, iklim, dan industri. Sehingga setiap daerah di Jepang memiliki gaya arsitektur bangunan yang khas, seperti :

Minka di Jepang Utara


Minka di daerah Jepang bagian utara,  bangunannya dirancang untuk dapat beradaptasi terhadap musim dingin yang panjang dan hujan salju. Atap jerami dengan bubungan yang terjal memungkinkan udara di dalam ruangan cukup hangat. Bukaan berupa jendela kecil  hanya ada di bubungan tersebut untuk menghindari banyaknya  angin masuk kedalam rumah.  Disamping itu juga dirancang khusus untuk keperluan memelihara ulat sutra.

Minka di Jepang Selatan


Minka di daerah Jepang bagian selatan, pada umumnya terdiri dari sekelompok rumah-rumah yang relatif kecil, rendah dengan lantai yang ditinggikan agar memperoleh ventilasi semaksimal mungkin dan mengurangi bahaya tiupan angin taifun.


Apa saja Bahan Bangunan Minka?
Bahan bangunan yang dipergunakan antara lain, balok kayu besar untuk tiang utama rumah dan rangka-rangka penting dari kerangka rumah. Kayu juga digunakan untuk dinding, lantai, langit-langit, dan bubungan atap. Kayu yang digunakan dalam Minka bisa bertahan 200 sampai 300 tahun dan sangat berharga sebagai produk bangunan karena dapat digunakan kembali dalam rumah-rumah lainnya.

Bambu digunakan untuk melapisi tempat-tempat kosong di antara dinding kayu dan setelah itu dilapisi dengan tanah liat untuk dijadikan dinding yang rata. Tanah liat juga dibakar menjadi genteng. 

Rumput jenis tertentu dipergunakan sebagai atap, sedangkan jerami tanaman padi dipergunakan untuk dianyam menjadi tikar kasar yang disebut dengan Mushiro, dan tikar halus yang disebut dengan tatami, yang digelar di atas tikar kasar. Batu-batu terbatas dipergunakan untuk fondasi rumah, tidak pernah digunakan sebagai dinding.


to be continued...


Adapted by :



Yunita Teresia Ginting
( XI A-4 / 35 )

Puisi : Kemarin Sore

Unknown





Pergii...
Dan jangan kembali
Pergi sajaa
Tinggalkan lah itu semua
Tinggalkan saja
Kenalkan hampa baru
Temukanlah hari
Dan jangan kembali
Datang kesini bertemu jiwa
Tinggalah lebih lama
Gantungkan yang indah
Tanggalkan hari kemarin
Dan itu semua
Untuk memperoleh sani
Dan intensi


Written by :


Yosias Bramantyo
( XI A-4 / 34 )




Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Templatelib